Patriarki Diciaptakan oleh Perempuan itu Sendiri
Zaman dulu, anak laki-laki dijadikan sebagai anak emas yang dimanjakan oleh seorang ibu. Anak-laki-laki tidak disuruh melakukan pekerjaan rumah, berbeda dengan perempuan yang disuruh bangun pagi dan langsung mengerjakan pekerjaan rumah. Dulu, banyak perempuan tidak bekerja, dan bergantung pada laki-laki. Sehingga perempuan full mengerjakan pekerjaan rumah, dan laki-laki bekerja di luar.
Namun di jaman sekarang, hal ini sudah tidak relate lagi. Kenapa? karena perempuan juga menghasilkan uang. Jadi, seharusnya tidak ada lagi penspesialan untuk laki-laki tidak mengerjakan pekerjaan rumah.
Ah, kamu nulis ini karena kamu perempuan, ya? Tentu tidak.
Pekerjaan rumah bukan milik perempuan seorang. Pekerjaan rumah adalah cara bertahan hidup. ketika seorang laki-laki atau perempuan keluar dari rumah untuk bekerja, kemudian mereka tinggal sendiri, mereka harus mampu mengurus diri mereka sendiri. dan terbiasa dengan pekerjaan pekerjaan rumah seperti ini (mencuci baju, mencuci piring, menyapu, mengepel, beres-beres, masak, dsb).
Laki-laki harus diajari untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Bukan untuk merendahkan mereka,tapi membuat mereka peka dan tahu kapan saatnya mereka menjadi partner dalam rumah tangga.
Bayangkan seorang imam (dalam islam laki-laki adalah imam), tapi dia selalu menunggu disuruh oleh perempuan. Misalnya, Bang tolong buatin susu anak, bang tolong gantiin popok, bang tolong buang sampah, bang tolong ini dan itu... kenapa harus nunggu di suruh? kan imam? kalo nunggu disuruh itu namanya kopral, bukan komandan.
Lalu bagaimana jika laki-laki menyuruh istrinya mengerjakan semuanya? kan sudah sesuai, komandan itu tinggal suruh. Sayangnya, dalam sebuah kerajaan King itu berpasangan dengan Queen bukan BABU. Dan tujuan pernikahan itu bukan untuk perbudakan, tapi untuk partner hidup, maka berperilakulah sebagai partner.
Laki-laki tidak perlu mengerjakan semuanya, tapi lebih peka lah. ketika melihat gula habis saat mau membuta kopi atau teh, maka langsung beli gula tanpa harus disuruh dulu. simplenya begitu...
Nah buat bunda-bunda zaman sekarang yang juga merasakan kehidupan seperti ini dan sekarang punya anak laki-laki, yuk kita ubah pola patriarki ini sedari kecil. ajari anak laki-laki kita untuk terbiasa melakukan pekerjaan rumah. agar ketika mereka dewasa, mereka tidak kaget bahwa pekerjaan rumah begitu banyak pretelannya.

Comments
Post a Comment