Sunday, 3 April 2022
Belanja Baju murah dan hemat untuk Lebaran di UD putra TS Majalengka : Harga Variatif dan Terjangkau
Budgeting Bulan April Bulan Ramadhan Anti Boncos akhir bulan
Friday, 1 April 2022
Review Resolusi 2021 dan Resolusi 2022
Ada orang yang tanya ke saya, apakah nulis atau nge-list target atau harapan dan keinginan itu bisa bikin semuanya terwujud. Jawaban saya tidak, tidak semuanya. Membuat resolusi secara tertulis dan list impian adalah sebuah cara yang bisa membuat kamu lebih fokus dengan yang ingin kamu capai. List yang kamu buat ini juga merupakan daftar skala priorotas yang ingin kamu capai dari A sampai Z di tahun itu.
Lalu, bagiamana dengan resolusi dan targetku?
Sebenarnya, banyak banget hal yang ingin aku capai di tahun 2021. Namun memang tidak semua tercapai karena keterbatasan materi dan sebagainya. Perasaan yang up and down kayak roller coaster juga salah satu penyebabnya sehingga membuat perjuanganku ditahun itu tidak sempurna.
dan berikut ini aku share ke pembaca setia sekalian mengenai list resolusi aku di tahun 2021 :
Target 2021
1. Lunas hutang (maklum punya hutang bekas bangun rumah) ; hutangnya alhamdulillah lunas di tahun 2021
2. Rumah beres dan bisa ditinggali ; alhamdulillah September 2021 aku pindah rumah ke rumah yang baru meski rumah masih belum sepenuhnya selesai kayak masih ada PR buat plester dinding, langit-langit (plafon), dan lantai keramik. karena lantainya baru pakai plester doang dan karpet.
3. Kebeli perabotan rumah ; alhamdulillah bisa kebeli tv, punya perabotan yang cukup digunakan sehari-hari karena sekarang harus survive tanpa ortu.
4. Kebeli 3D printing ; ini belum tercapai karena baim masih kecil banget usia 2 tahun dan saya ada planning untuk beli atau ikut ke program bantuan untuk tangan palsu.
5. Punya bisnis online ;alhamdulillah udah punay toko shopee, udah ada yang beli juga
6. Punya penghasilan tambahan dari bisnis lainnya ; pernah dagang buku, pernah dagang makanan juga tapi memang untungnya dikit banget dan tidak berjalan mulus.
Target Bisnis 2021
1. Punya bisni sablon ; belum terpenuhi karena faktor keilmuan, modal, dan juga waktu. kebetulan aku bekerja di sebuah perusaan manufaktur
2. Jualan Buku di Playstore ; ini juga belum tercapai karena bukunya engga rampung-rampung
3. Jualan pakte artikel ; Ini malah engga lanjut juga akhirnya malah ikut nulis di tempat lain. tapi engga berlangsung lama akibat belum bisa atur waktu akibat sudah pindah dan mengurus segala sesuainya sendiri (paling banyak alesan emang)
4. Jualan Gambar dan opening video ; aku sempet ikut kursus online untuk design namun akhirnya engga berlanjut juga dan hanya wacana dan wacana saja.
5. Jualan Camilan khas Majalengka ; ini yang paling available aku kerjain karena toko shopee juga jualannya oleh-oleh. niatnya untuk bantu UMKM wilayah kab. Majalengka
6. Jualan baju anak ; tidak lanjut karena pengen punya design baju sendiri dan produksi sendiri. padahal belum punya modal
Resolusi dalam bidang Agama dan psikologi
1. Makin pinter dan bijaksana ; caranya aku banyakin baca buku, follow akun tentang parenting dan menta health, kemudian mulai memperbaiki mood, dan mencoba untuk lebih mendengarkan orang lain karena selama ini aku selalu tidak mendnegarkan orang lain sampai selesai dulu, baru bicara. seringnya aku motong omongan orang.
2. Bisa kontrol emosi ; terutama dalam pengasuhan dan cara menghadapi orang tua yang kadang sering bikin kita mudah emosi ya. kebetulan ortuku itu rada cerewet jadi aku suka gampang tersulut. akhirnya aku banyak baca referensi mengenai cara menghadap orang tua yang begini dan begitu, cara menghadapi anak, parenting anak, sehingga ada banyak hal yang akhirnya aku paham bahwa ooh iya ini anak kita masih kecil belum mengerti. atau untuk ke orang tua akhirnya aku mulai lebih banyak memberikan toleransi dan pemakluman, juga mencoba untuk meningkatkan rasa takut kehilangan orang tua, dan atauu mencari-cari memori masa lalu mengenai saat bersama mereka, saat-saat mereka benar-benar menjadi orang tua yang begitu baik dan menyenangkan. sehingga kita takut untuk kehilangan mereka.
3. Bisa bangun lebih pagi ; hal yang paling sulit adalah bangun lebih pagi ini. karena aku termasuk orang yang butuh tidur lebih lama. namun sedang dicoba untuk mengatur waktu tidur agar lebih produktif menajdi ibu rumah tangga. utamanya agar rumah, anak, suami semuanya keurus.
4. Rajin ibadah dan mengerjalan sunnah ;alhamdulillah ibadah itu membantu kita dalam mental health juga, mengaji, shalat duha, dan tahajud memabntuku lebih percaya diri dalam menjalani hari. mengaji membantuku lebih tenang hatinya. dna istgfar membantuku untuk tidak cemas dan was-was. untuk yang sedang mengalami stress atau depresi atau memiliki kecemasan berlebih coba lakukan shalat tahajud dan mengaji insyaallah perasaannya bisa lebih tenang.
5. Bijaksana dalam berpikir bertindak dan berbicara ; aku mencoba untuk berempati, bicara dengan empati, berperilaku dengan empati, artinya memikirkan kondisi orang juga, tdiak egois dan tidak merasa diri lebih di atas.
Target Ekonomi dan Investasi
1. Bisa sedekah rutin bulanan ; ini adalah target yang sering aku buta tiap tahun agar selalu menyisihkan dari pengahsilan. berapapun ya. ini metupakan inverstasi akherat.
2. Tabungan mencapai 5 Juta ;ini aku kebetulan ikutan tabungan berjangka di bank Mandiir dan tabungan ini akhirnya aku gunakan untuk membayar sisa hutang. sehingga semuanya lunas alhamdulillah.
3. Dana darurat 2 juta
Memang banyak yang belum tercapai, tapi setidaknya ada 1, 2 atau 3 hal yang bisa tercapai. semua list yang kita buat membutuhkan pengorbanan dan perjuanagan. entah itu pengorbanan waktu, perjuangan untuk melawan rasa malas, menyemangati diri ketika down agar tetap selalu berjuang untuk membuat list ini bisa terceklis. detailnya bahkan aku sampai tulis untuk setiap targetnya per hari, minggu dan perbulan di MS Exel. dan itu membantu banget ketika kita down kita lihat list target kita atau ketika lagi hilang fokus, kemudian bisa semangat lagi.
Targetku Tahun 2021 ini adalah :
1. Tidak punya hutang ; walaupun kemarin sempat lunas tapi ternyata kebutuhan mendesak kembali. jadi targetku tahun ini lunas hutang dan tidak punya hutang.
2. Ngebagusin rumah (plester dinding, keramik, ngecat, plafond)
3. Punya penghasilan tambahan 4-5 Juta per bulan
4. Kebeli kulkas, rak cuci piring, torn, tempat beras, AC. yang sudah tercapai punya kulkas
5. Nulis buku per bulan minimal 1 buku
6. Punya dana darurat 14 juta
7. Investasi emas logam mulia 5 gram
8. Perhiasan emas 10 gram
9. Punya akun yutube dan blog yang approved google adsense.
10. Baca buku 1 buku per bulan
11. Ikut workshop (untuk bisnis atau pengembangan ability di bidang apa saja)
12. Khatam quran 2 x
Itulah beberapa list yang aku buat untuk target dan resolusi tahun 2022. Aku harap sih, semuanya bisa terkabul ya, termasuk target dan harapan teman-teman juga. Terima kasih sudah membaca artikel ini, Semoga artikel bermanfaat yaa.
yuk saling follow di IG : @mamakbaimbercerita
Ligung, 2 April 2022
Monday, 19 October 2020
Engga nyaman tinggal serumah dengan orang tua atau mertua
Maksud orang tua atau mertua pastinya sih baik banget dengan mengajak anaknya dan menantunya tinggal serumah. Tapi mereka lupa bahwa jika sudah berumah tangga ada prinsip-prinsip atau privasi yang harusnya tidak mereka dobrak atau ikut campur.
Untuk tinggal serumah, orang tua harusnya masa bodo dengan rumah tangga anaknya. Kecuali jika memang terjadi hal-hal yang diluar batas kewajaran barulah orang tua boleh bahkan harus ikut campur.
Namun untuk hal-hal sepele, biarkanlah mereka mengatasinya sendiri agar mereka mendewasa dan mampu menghadapi juga menyelesaikan berbagai situasi atau kondisi serta masalah yang nantinya mungkin terjadi di masa depan.
Yang saya rasakan secara pribadi, orang tua justru terkesan ingin mengajari anaknya agar seperti mereka. Padahal, anak itu memiliki planningnya sendiri-sendiri dan tak perlu diajari. Segala konsekuensinya bisa mereka atasi. Dan tidak perlu dimarah-marahi. Kan sudH dewasa dan berumah tangga.
Selain itu, tinggal bersama dengan orang tua atau mertua banyak rasa engga rnknya. Pekrjaan menjadi pekerjaan bersama dan harus dikerjakan secepatnya agar tidak ada perdebatan atau rajin. Jadi engga jadi bahan omongan. Kecuali yang punya prt mungkin ya. Tapi tetep aja tinggal serumah itu bikin engga enakan, walau beberapa mungkin ada yang nyaman.tapi sekarang ini yang kita bahas adalah yang terbaik ngga enaknya ya.
Ada beberapa case yang sering terjadi seperti contoh di bawah ini :
Misalnya anda tinggal bersmaa orang tua anda yang notabene cerewet. anda yang merasa sedang lelah dan agak meriang. Ingin sekali istirahat sebentar. Mumpung anak tidur siang. Niatnya, anda ingin mengerjakan pekerjaan rumah setelahnya. Namun orang tua yang tidak tahu kondisi anda justru marah-marah. Dia memarahi anda untuk cuci piring dan kerjaan rumah lainnya yang belum anda kerjakan. Menuduh dan menjudge anda pemalas.
Akhirnya, anda yang tak terima malah bertengkar. Suami mendengar tidak enak. Anda juga akhirnya sedih. Wah complicated memang.
Bagaimana jika kondisinya anda tinggal bersama mertua. Wah mungkin lebih sedih lagi ya.
Orang tua kita akan senantiasa merasa memiliki anaknya itulah ciri pribadi orang tua indonesia. Makanya sikapnya tidak dibedakan antara sudah berumah tangga atau belum ketika marah atau menegur. Dan kebanyakn orang tua memposisikan diri sebagai tuan rumah. Sehingga bisa bersikap seenaknya sedangkan orang di luar dari dirinya dan suaminya tak berhak bersikap seenaknya, mrlakukan sesuatu, bahkan menegur jika orang tua salah.
Contoh case kedua. Anda sedang beres-beres, anda merasa bahwa barang misalnya piring atau keset sudah tidak layak pakai kemudian anda membuangnya dan ternyata orang tua anda tidak setuju yang akhirnya selisih paham, nada meninggi, bertengkar. Orang tua sakit hati, anda merasa tak dihargai pendapatnya.
Akhirnya sama-sama tak nyaman kan ya?
Kalau saya lihat di yutub,banyak ustadz yang menyarankan untuk tinggal misah dengan orang tua atau mertua. Bisa di cek deh.
Dan menurut saya pribadi yang juga pernah tinggal bersama ortu dan mertua, lebih baik tinggal mandiri atau berpisah dengN orang tua. Karena setelah berumah tangga, kita punya konsep dan planning sendiri terhadap apapun yang ingin atau akan kita kerjakan.
Tinggal berpisah dengan ortu menghindari konflik dan rasa tak nyaman.
Friday, 16 October 2020
Toxic People, toxic parent?
Orang toxic itu orang yang membuat kita merasa engga nyaman ketika bersama dia.
Dan apakah kita bukan orang toxic? Bisa jadi tanpa disadari kita menjadi toxic bagi orang lain. Bagaimana cara mendeteksinya?
Kalau menurut mamak sih, ketika kita tidak suka sama orang dan kita memberikan umpan balik terhadap orang yang kita tidak sukai itu dengan buruk, ya kita auto jadi orang toxic bagi mereka.
Atau misalnya kita tidak melakukan apapun, kalau orang udah engga suka sama kita, kadang keberadaan kita membuat orang lain tidak nyaman.
Jadi, apa yang harus kita lakukan? Engga ada selain biasa aja. Dan jika bisa Tetap berbuat baik.
Bagaiaman jika orang yang memberikan energi negatif dan membuat nyaman itu adalah orang tua?
Kita harus tahu dulu, apa yang membuat kita merasa tidak nyaman dengan orang tua. Telusuri masalahnya apa. Telusuri siapa yang salah. Dan pikirkan jalan terbaik untuk menghindari hal hal yang membuat kita tidak nyaman jika bersama orang tua. Apa pemicunya, dan apa yang bisa kita lakukan untuk menghindarinya.
Jika dibutuhkan, kita bisa sharing kepada orang tua kita. Berbicara secara terbuka. Temukan waktu yang tepat untuk bicara. Lalu diskusikan apa yang anda inginkan.
Bagaimana jika tak ada titik temu?
Ini nih yang paling sulit. Engga ada kata lain selain sabar. Orang tua kita memiliki jasa yang besar terhadap kita. Dan kita tidak akan mungkin bisa membalasnya sampai kapanpun. Jadi, bersabarlah dan doakan.
Doakanlah orang tuamu agar menjadi orang yang lebih baik terhadapmu. Doakan dia siang dan malam. Kalau perlu tahajud. Karena hanya Allah yang mampu membolak balikan hati dan perasaan manusia.