Monday, 14 September 2020

Puisi : gurun

Layaknya orang yang kehausan
Dari jauh ia melihat air
Ternyata hanya pasir

Langkah tertatih Letih
Berharap air menampakkan diri Dalam terik
Sebagai pereda untuk dahaga
Penyemangat daya upaya

Namun hanya sebuah Fatamorgana
Di gurun panas yang tandus
Penghiburan untuk yang haus

Monday, 7 September 2020

Becandaan Suami : Komunitas

Part I

"Sekarang mah banyak banget komunitas ya, Bu."
"Iya,"jawabku.
"Ada komunitas goes, komunitas trabas, RX king, banyak lah."
"Iya," jawabku singkat.
"Untung ayah punya kaosnya. Goes."
"Tapi ayah kan engga punya sepeda."
"Ya gapapa. Kan ayah mah pemerhati komunitas. Jadi ayah itu, komunitas pemerhati komunitas."
"?????"

Part II
"Emang ada berapa banyak sih yah komunitas?"
"Komunitas banyak banget sekarang. Mulai dari komunitas goes, komunitas rx king, komunitas skateboard, komunitas sepatu roda, komunitas nempo domba."
"Komunitas nempo domba maksudnya gimana yah?"
"Ya pecibta domba gitu."
"Kalo pecinta domba beda sama nempo domba atuh. Kalau pecinta domba mah segala sesuatu yang berhubungan dengan domba. Kalo komunitas nempo domba mah ya berarti cuma liat doang."
Lanjut "coba deh ayah bayangin, komunitas nempo domba, eh gais yuk kita nempo domba di kandang domba si anu. Udah gitu doang. Pada ngeliatiiin wae gituh."

Thursday, 6 August 2020

Kisah lama : Niat hati ingin bertrman malah ketemu adik kelas yang attitude minus

Jadi, mamak ini adalah orang yang sangat suka berteman dengan siapa saja. Tapi paling males kalo sudah berutusan dengan orang yang punya attitude minus, seenaknya, kurang sopan santum, dan engga bisa menghargai orang lain.

Ketika mamak masih lajang, mamak pernah ikut pengajian. Beberapa ada tan lama, beberapa juga ada yang baru kenal. Mamak orangnya cepat akrab sama siapapun karena engga membeda-beda.

Di pengajian itu tidak hanya teman-teman sebaya saja. Tapi dari berbagai usia. Jadi mamak senang banget karena bisa berteman dengan lintas usia. Jadi banyak pengalaman.

Cuma, ternyata tak sebaik seperti yang dipikirkan. Salah satu teman mamak yang usianya di bawah mamakemang orangnya humble dan asik. Tapi ternyata zaking dekatnya malah g ada sopan santunnya ke mamak.

Yang tadinya mamak suka sama anak ini karena asik akhirnya berbalik jadi males. Karena mamak merasa engga dihargai.

Suatu hari, mamak cerita sama teman dekat sepengajian. Kebetulan dia yang satu tempat kerja di si anak ini.

Mamak menumpah ruahkan perasaan mamak pada teman ini, tentang mamak suka dia cuma makin ke sini malah makin engga suka.

Mamak ngeliat sikap si anak ini berbeda kalau ke teman mamak. Dia lebih sopan, lebih menjaga sikap, tapi beda banget sama ke mamak.

Terus si teman bilang seperti ini, "Kamu sih, welcome banget jadi orang. Kalau aku sih gamau kayak gitu."

Memang kebetulan teman mamak ini cukup introvert.

Tapi dari sini mamak malah jadi mikir. Apa kurang bagus ya kalau jadi orang yang terlalu humble atau welcome sama orang?

Dan pertanyaan ini membekas banget sampai sekarang.

Friday, 10 July 2020

Jangan Membebani Saudaramu yang sudah Berkeluarga!

Hai mamak-mamak disrluruh negeri, kembali lagi nih kita membahas yang ada hubungannya sama rumah tangga.

Jadi gini mak, saya pernah mendengar srbuah cerita, kisah nyata, dan ini bener-bener kisah yang bikin kita mikir why?

Jadi ceritanya si perrmpuan ini sudah menikah, begitupun kakaknya.  Tapi sang kakak ngerecokin adiknya terus. Dengan banyak minta. Lah, minta apa ya?

Jadi sering banget kakaknya ini minta beras, minta uang, minta jajan, minta rokok, begitu tanpa tahu malu. Sedangkan yang bekerja ini bukan adiknya alias bukan si perempuan. Tapi suaminya. Cuma pada saat itu suaminya masih sabar.

Lambat laun, pernikahan makin lama, anak makin banyak, kebiasaan sang kakak ga ada berubahnya. Dan salahnya sang adik ini tak enakan. Jadi teruuuus aja membantu kakaknya. Dengan keadaan dianya sendiri pun masih tahap 'pas-pasan'.

Sang suami akhirnya dongkol dan kemudian pergi meninggalkan sang istri. Kakaknya marah, namun apa yang bisa dia lakukan? Tak ada. Perceraian diambang pintu, mau bagaimana?

Nah, dari kisah ini kita bisa mengambil hikmah. Kita boleh membantu saudara kita, namun perhatikan juga pasangan kita. Jika pasangan yang mencari nafkah, maka tanyakan dulu kerelaan dia. Rundingkan apapun yang menjadi pengeluaran. Kecuali mamak cari uang juga yaitu bebas.

Dan jika kita menjadi saudara, melihat saudara kita yang lain kelihatan hepi berkecukupan, jangan gatel deh. Jangan gatel minta-minta atau ngutang-ngutang. Kan kita engga pernah tahu beban mereka, barangkali ternyata mereka juga punya hutang atau punya beban. Atau walaupun mereka punya uang, bisa jadi mereka sedang ada kebutuhan atau keinginan. Jadi plis, jangan maksa apalgi ditambah ngejudge.

Kalau misalnya kita merasa bahwa kita sudah naro jasa ke dia, insyaallah pasti allah balas kok kebaikan kita. Jadi engga usah diungkit arau dijadikan senjata buat ngedumel ke orang-orang.

Kita tidak pernah tahu bagaimana jeadaan saudara kita sebenarnya. Mungkin mereka kelihatan baik-baik saja, bukan karena memang seperti itu. Bisa jadi, mereka hanya sedang menutupi kesulitan mereka karena orang lain tak perlu tahu kesulitan tsb.

Sunday, 5 July 2020

Barang-barang yang wajib dipersiapkan untuk ibu melahirkan

Mak, ada yang mau punya baby nih? Atau lagi mau punya baby lagi? Yuk mak, intip tips persiapan barang wajib yang harus dibawa untuk ibu yang mau melahirkan.

Siapkan barang-barang berikut ini 2 atau sebulan sebelum HPL. Jadi, ketika mamak ngwrasa mules, udah tinggal tenteng tas itu saja.

Dan berikut ini daftar barang yang wajib mamak persiapkan :

1. Baju ganti ibu
2. Baju ganti baby
3. Bedong. Bisa menggunakan samping atau pernel
4. Gurita bayi. Bagi yang menganut kepercyaan kalau bayi harus pakai gurita
5. Bedak dan alat mandi bayi (aku beli yang 1 paket biar praktis size kecil)
6. Ember atau plastik untuk wadah baju atau samping yang bekas darah
7. Samping jika dibutuhkan untuk lap darah atau apapun
8. Perlak untuk proses persalinan. barangkali di puskesmas atau rumah sakit tidak disediakan
9. Gendongan
10. Handuk
11. Buku pink (buku untuk posyandu. Biasanya dikasih dari mulai saat kita ketahuan hamil)
12. Foto kopi Ktp suami istri
13. Foto copy kk
14. Foto kopi buku nikah

Dan yang paling penting jangan lupa sama hape dan dompet ya hehehe

Sekarang ini biasanya jika lahiran di puskesmas atau rumah sakit disediakan popok untuk nifas. Kalau misalnya lahiran di bidan, mamak kurang tahu ya. Mungkin mamak-mamak bisa tanya langsung ke bidan ybs.

Barang-barang wajib disiapkan di atas base on pengalaman ya mak.. kalau ada yang berbeda mungkin bisa menambahkan di kolom komentar. Terima kasih sudah membaca :)