Thursday, 8 October 2020

Sindiran untuk suami egois

Rumah tangga ini terasa tak adil
Engkau bekerja aku bekerja
Kita sama-sama cari nafkah

Pulang kerja aku bekerja
Mengurus pekerjaan rumah yang belum selesai
Sedang kamu pulang kerja berdiam saja tanpa peka

Rumah tangga ini tak adil
Aku urus rumah sambil jaga anak
Kau tetap sama saja berdiam tak bergerak
Kau sehat aku sehat
Ku kerja kau santai santai saja

Apakah kau ingin pertahankan ketidak adilan?
Suami bekerja istri bekerja
Istri bekerja tak henti sampai cari uang saja

Apakah kamu tahu allah itu adil?
Maka itu surga sepenuhnya milik kami

--Sindiran untuk suami egois

Tuesday, 6 October 2020

Orang Indonesia semua munafik? Apa benar?

Jadi ada seorang karyawan di perusahaan bilang bahwa 99 persen orang indonesia itu munafik. Terus saya jawab sambil becanda, wah jangan gitu dong bu. Itu berarti saya nanti masuk ke kategori itu (dimasukkin ke kategori). Terus dia jawab lagi, iya karena walaupun tidak begitu jadi pasti merasa. Dan aku tidak meminta klarifikasi apa-apa lagi. Karena masih loading dan engga peduli pada awalnya.

Tapi lama-lama saya mikiri, Wah dalam hati. Saya jadi mikir. Bagi saya yang suka iya iya aja, ngeiyain omongan orang (maksudnya biar cepat dan menghargai si pembicara) malah jadi mikir gitu. Kenapa aku ngeiyain omongan orang sih? Kan engga harus juga mengiyakan. Kita bisa diam atau membantah dengan becanda lagi kan? Karena memang konteksnya sedang ngobrol santai.

Aku akhirnya malah nyesel gitu, kenapa aku jawabnya seperti itu ya? Soalnya aku engga ngerasa seperti itu tuh. 

Monday, 14 September 2020

Puisi : gurun

Layaknya orang yang kehausan
Dari jauh ia melihat air
Ternyata hanya pasir

Langkah tertatih Letih
Berharap air menampakkan diri Dalam terik
Sebagai pereda untuk dahaga
Penyemangat daya upaya

Namun hanya sebuah Fatamorgana
Di gurun panas yang tandus
Penghiburan untuk yang haus

Monday, 7 September 2020

Becandaan Suami : Komunitas

Part I

"Sekarang mah banyak banget komunitas ya, Bu."
"Iya,"jawabku.
"Ada komunitas goes, komunitas trabas, RX king, banyak lah."
"Iya," jawabku singkat.
"Untung ayah punya kaosnya. Goes."
"Tapi ayah kan engga punya sepeda."
"Ya gapapa. Kan ayah mah pemerhati komunitas. Jadi ayah itu, komunitas pemerhati komunitas."
"?????"

Part II
"Emang ada berapa banyak sih yah komunitas?"
"Komunitas banyak banget sekarang. Mulai dari komunitas goes, komunitas rx king, komunitas skateboard, komunitas sepatu roda, komunitas nempo domba."
"Komunitas nempo domba maksudnya gimana yah?"
"Ya pecibta domba gitu."
"Kalo pecinta domba beda sama nempo domba atuh. Kalau pecinta domba mah segala sesuatu yang berhubungan dengan domba. Kalo komunitas nempo domba mah ya berarti cuma liat doang."
Lanjut "coba deh ayah bayangin, komunitas nempo domba, eh gais yuk kita nempo domba di kandang domba si anu. Udah gitu doang. Pada ngeliatiiin wae gituh."

Thursday, 6 August 2020

Kisah lama : Niat hati ingin bertrman malah ketemu adik kelas yang attitude minus

Jadi, mamak ini adalah orang yang sangat suka berteman dengan siapa saja. Tapi paling males kalo sudah berutusan dengan orang yang punya attitude minus, seenaknya, kurang sopan santum, dan engga bisa menghargai orang lain.

Ketika mamak masih lajang, mamak pernah ikut pengajian. Beberapa ada tan lama, beberapa juga ada yang baru kenal. Mamak orangnya cepat akrab sama siapapun karena engga membeda-beda.

Di pengajian itu tidak hanya teman-teman sebaya saja. Tapi dari berbagai usia. Jadi mamak senang banget karena bisa berteman dengan lintas usia. Jadi banyak pengalaman.

Cuma, ternyata tak sebaik seperti yang dipikirkan. Salah satu teman mamak yang usianya di bawah mamakemang orangnya humble dan asik. Tapi ternyata zaking dekatnya malah g ada sopan santunnya ke mamak.

Yang tadinya mamak suka sama anak ini karena asik akhirnya berbalik jadi males. Karena mamak merasa engga dihargai.

Suatu hari, mamak cerita sama teman dekat sepengajian. Kebetulan dia yang satu tempat kerja di si anak ini.

Mamak menumpah ruahkan perasaan mamak pada teman ini, tentang mamak suka dia cuma makin ke sini malah makin engga suka.

Mamak ngeliat sikap si anak ini berbeda kalau ke teman mamak. Dia lebih sopan, lebih menjaga sikap, tapi beda banget sama ke mamak.

Terus si teman bilang seperti ini, "Kamu sih, welcome banget jadi orang. Kalau aku sih gamau kayak gitu."

Memang kebetulan teman mamak ini cukup introvert.

Tapi dari sini mamak malah jadi mikir. Apa kurang bagus ya kalau jadi orang yang terlalu humble atau welcome sama orang?

Dan pertanyaan ini membekas banget sampai sekarang.